Pertengahan Oktober 2009, saya coba mengikuti Paid-To-Promote.Net. Eh, ternyata tanggal 30 Oktober, sudah dibayar, walau hanya 0,93 dolar ke paypal saya. Program ini mempunya keteraturan membayar setiap tanggal 15 dan 30, berapapun nilai dolar yang kita dapat. Tak perlu nunggu 100 dolar seperti program lain. Bagaimana cara mengikutinya? Mudah saja, silakan register dengan referal saya. Jika Anda referal saya, maka Anda akan saya bimbing. Klik saja kata iklan tulisan "Get Paid to Promote at Any Location!"
berwarna pink di atas ini.

Ini contoh recehan dollarnya...

AAderiau Balance History
Date Amount Note Balance After
Date: 2009-10-30 11:08:27 - $0.93 2009-10-30 Pay to paypal: dewa.gratia@gmail.com $0.00

Hello Rakadewa,

chen zirong just sent you money with PayPal.

Payment details
Amount: $10,93 USD
Transaction Date: Oct 30, 2009
Subject: paid-to-promote.net 2009-10-30

Philosophy is a game with objectives and no rules.
Mathematics is a game with rules and no objectives.
Theology is a game whose object is to bring rules into the subjective.

Sunday, February 22, 2009

Filsafat Politik Machiavelli: Manusia dan Keinginan untuk Berkuasa


Zaman Renaissance
Perkembangan baru ilmu pengetahuan, sastra, seni, dan hidup sosial. Manusia mulai berpikir secara baru, termasuk juga tentang dirinya. Manusia sebagai Faber Mundi (orang yang berbuat di dunia). Kekuasaan tidak lagi atas dasar kriteria agama atau moralitas tetapi atas dasar kriteria politik.

Ciri modern pemikiran Niccolo Machiavelli:
Machiavelli tidak memulai berfilsafat dengan mengajukan definisi-definisi. Tetapi menganalisa manusia dahulu dengan sifat dan kecenderungan alamiahnya kemudian berangkat menuju analisa kekuasaan. Kemantapan dan kejayaan komunitas politik satu bangsa, bangsa Italia
Ia mengemukakan “apa yang nyata-nyata”, bukan “apa yang sepatutnya” ada. Manusia alamiah adalah manusia yang mempunyai nafsu menaklukkan. Manusia itu umumnya mempunyai sifat-sifat negatif. Ada kelihaian dan ketegangan

Machiavelli mengutamakan tindakan dan tendensi “naluri” manusia:


Tindakan: Manusia yang mempunyai nafsu menaklukkan, tidak tahu terima kasih, plin plan, sesat, mau untungnya sendiri, takut menghadapi bahaya
Tendensi: Manusia yang bangga diri, mudah menipu dirinya sendiri, sehingga sulit melepaskan diri dari penyakit ini
Ada 2 bentuk negara: Republik dan Monarki (The Prince, bab 1, hal. 53)
Dari 2 bentuk negara ini, Negara Monarki-lah yang paling baik. Negara membutuhkan kekuasaan untuk mencapai tujuannya. Kesatuan dan kejayaan negara ditentukan oleh kekuasaan yang stabil dan kekuasaan yang stabil ditentukan oleh penguasa yang cerdik.

Penguasa yang cerdik: Tahu menggunakan cara-cara binatang dan cara-cara manusia (The Prince, bab 18, hal. 99)
Tidak boleh takut sedikitpun menghadapi tuduhan melakukan kejahatan, kalau kejahatan itu perlu dilakukan demi keselamatan negara (The Prince, bab 15, hal. 92)

Moralitas dan Politik Dua (2) Wilayah yang berbeda
Pengalaman menunjukkan bahwa para penguasa yang berhasil melakukan hal-hal yang besar adalah mereka yang menganggap gampang atas janji –janji mereka, mereka tahu bagaimana memperdayakan orang dengan kecerdikannya, dan yang akhirnya menang terhadap mereka yang memegang teguh prinsip-prinsip kejujuran (The Prince, bab18, hal. 99)
• Politik yang otonom: Membenarkan segala cara untuk mengamankan kekuasaan
Segala cara (tindakan dan perbuatan) yang bersifat licik, kejam, kriminal, amoral dapat dibenarkan sejauh itu dilakukan demi eksisnya negara

• Moralitas: Alat untuk mendukung kekuasaan
Baik bagi penguasa untuk mempunyai sifat-sifat baik (suka mengampuni, murah hati, jujur, manusiawi, ikhlas, alim) tetapi sewaktu-waktu jika dibutuhkan (dalam keadaan darurat), ia juga harus dapat berbuat yang sebaliknya (The Prince, bab 18, hal. 99)

Keterbatasan Machiavelli
Ada keterbatasan konsep tentang manusia, yaitu melihat manusia dari kelemahannya. Kelemahan manusia ini nantinya disempurnakan oleh Thomas Hobbes menjadi Teori Perjanjian Negara, Mengesampingkan nilai-nilai tata susila, agama, dan masyarakat karena terpaku pada kepentingan praktis, yaitu memberi pegangan bagi penguasa

Kesimpulan:
Pemikiran filsafat politik Machiavelli sangat kontroversi karena membebaskan filsafat politik dari belenggu masa lampau (peranan moralitas dalam politik). Dengan membebaskan politik dari moralitas maka dengan sendirinya politik menjadi suatu sistem nilai yang otonom, mandiri dan bebas dari sistem-sistem nilai yang lain. Pemikiran filsafat politik Machiavelli adalah amoral dan bukan imoral. Kepentingan Negara menjadi ukuran dan nilai tertinggi untuk mengambil dan menentukan kebijakan dalam kekuasaan.

No comments:

Post a Comment

Need us. Just contact in: themodernphilosophy@gmail.com
We will give you Free, some comprehensive theses all about philosophy.

(Anda ingin mendapatkan tesis-tesis komprehensif tentang filsafat lengkap dengan penjelasannya. Gratis! silahkan kirim email anda di themodernphilosophy@gmail.com !)