Pertengahan Oktober 2009, saya coba mengikuti Paid-To-Promote.Net. Eh, ternyata tanggal 30 Oktober, sudah dibayar, walau hanya 0,93 dolar ke paypal saya. Program ini mempunya keteraturan membayar setiap tanggal 15 dan 30, berapapun nilai dolar yang kita dapat. Tak perlu nunggu 100 dolar seperti program lain. Bagaimana cara mengikutinya? Mudah saja, silakan register dengan referal saya. Jika Anda referal saya, maka Anda akan saya bimbing. Klik saja kata iklan tulisan "Get Paid to Promote at Any Location!"
berwarna pink di atas ini.

Ini contoh recehan dollarnya...

AAderiau Balance History
Date Amount Note Balance After
Date: 2009-10-30 11:08:27 - $0.93 2009-10-30 Pay to paypal: dewa.gratia@gmail.com $0.00

Hello Rakadewa,

chen zirong just sent you money with PayPal.

Payment details
Amount: $10,93 USD
Transaction Date: Oct 30, 2009
Subject: paid-to-promote.net 2009-10-30

Philosophy is a game with objectives and no rules.
Mathematics is a game with rules and no objectives.
Theology is a game whose object is to bring rules into the subjective.

Saturday, February 21, 2009

Karl Marx: Agama sebagai Candu Masyarakat


Bagi Marx, agama merupakan medium dari ilusi sosial. Dalam agama tidak ada pendasaran yang real-objektif bagi manusia untuk mengabdi pada kekuasaan supranatural. Ia justru melihat bahwa agama tidak berkembang karena ada kesadaran dari manusia akan pembebasan sejati namun karena kondisi yang diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kuasa untuk melanggengkan kekuasaannya. Propaganda inilah yang disebutnya sebagai candu bagi masyarakat. Berkaitan dengan hal ini Marx mengkritik agama Kristen yang telah mempropagandakan etika ketertundukan. Dalam etika ketertundukan itu manusia hanya bisa tunduk terhadap segala aturan yang dilegitimasi sebagai aturan dari Allah. Manusia pasif dan menerima penderitaan sebagai karunia, sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan kekal. Ini mengindikasikan bahwa manusia akhirnya hanya bisa menerima penderitaannya tak berbuat apa-apa. Justru sikap tunduk inilah yang menguntungkan kaum kapitalis yang nota bene menguasai roda perekonomian. Dalam konteks ini Marx melihat bahwa agama adalah ekspresi langsung dari kelas yang berkepentingan, kelas yang dominan secara ekonomi bahkan politik yaitu kelas kapitalis.

Untuk itulah, Marx mengusulkan lahirnya masyarakat komunis. Dalam masyarakat komunis ini tidak ada lagi bentuk-bentuk penindasan kelas satu terhadap yang lain. Untuk mencapai cita-cita masyarakat komunis itu –yang dipandang olehnya sebagai suatu penghapusan stratifikasi sosial dalam masyarakat- agama harus sepi. Artinya agama harus dipinggirkan dan tidak mendominasi kehidupan masyarakat.

Kritik agama yang dilancarkan oleh Marx di atas sebenarnya merupakan langkah awal atau sebagai ‘pintu gerbang’ untuk memasuki wilayah kritik masyarakat. Bagi Marx, kritik agama tidak akan mengubah keadaan manusia yang menderita. Yang dibutuhkan adalah kritik masyarakat, agar agama tidak lahir. Dengan demikian, dapat dikatakan di sini bahwa kritik surga menjadi kritik dunia, kritik agama menjadi kritik hukum, dan kritik teologi menjadi kritik politik

3 comments:

  1. paham karl marx, memang patut diacungi jempol...paham perlawanan terhadap liberal, dimana pada waktu banyak yg merasa tertindas. tp jauh seblm karl marx telah ada paham yg meniadakan penindasan bahkan niadakan kasta. tapi sayang karl marx ini terlalu sombong dg tidak percaya pada dia diciptakan oleh sang pencipta, bukan hasil evolusi dari kera menjadi manusia :D

    ReplyDelete
  2. doni budi irawan3/20/2012 02:06:00 PM

    suatu keadilan akan terwujud ketika mannusia hidup tanpa kelas'setara dan bersaudara'..

    anonymous@ mark bukan sombong namun dia ingin mengilmiahkan sesuatu (materialisme) dan bukan idealisme. .

    ReplyDelete
  3. Saya memahami istilah" agama sebagai candu" lebih ke kenyataan di masyarakat, dimana agama tidak difungsikan sebagai garis hukum,tetapi lebih menguatkan kekuasaan, semacam penguatan gender tertentu, ketaatan seorang istri thdp suami dll, dimana jika ditelisik lebih jauh ke kitab sui yg bersangkutan tidak ada hal2 semacam itu, artinya agama bagi org2 tertentu menjadi penguat kekuasaan, yg belum tentu harus bermakna kekuasan negara, bisa jadi tokoh agam, kepala rumah tangga, orang tua terhadap anak. Banyak sekali agama dikapitalisasi sesuai kehendaknya, bisa jd "nya" disini telah berumur ratusan tahun, sehingga kita pun jika ta cermat akan tersentak manakal dikatakan bahwa yg dikatakan sebagai ucapan orang suci pada dasarnya hanya pencatutan nama besar org suci tersebut u penguatan kekuasaan!!!!!, bisa jadi bibit kapitalisasi tu sendiri lahir setelah utusan tuhan tiada, nah, dengan tetap mengakifkan sikapmkritis dan mau belajar agama dg banyak sumber, bisa meminimalisasi hal diatas, walaupun munkin konsekwensinya agak tidak populer.

    ReplyDelete

Need us. Just contact in: themodernphilosophy@gmail.com
We will give you Free, some comprehensive theses all about philosophy.

(Anda ingin mendapatkan tesis-tesis komprehensif tentang filsafat lengkap dengan penjelasannya. Gratis! silahkan kirim email anda di themodernphilosophy@gmail.com !)